Malaikat Tidur

Oleh: Amelia F

Panas matahari yang menyengat terasa panas di dalam rumah aku terbangun dan langsung mengambil air di kulkas. Saat membuka kulkas tiba-tiba di sebelahku ada sosok seseorang yang memakai baju putih wajahnya mirip dengan wajahku. Dia menatapku dan tersenyum kepadaku dan memandang botol yang aku pegang.

ASTAGHFIRULLAHHALADZIM aku baru tersadar kalau hari ini adalah awal puasa, aku langsung menaruh botol air es itu. Di rumah tidak ada orang sama sekali ibu dan ayahku kerja aku sendirian.

“Bam. Ayo ke rumah Ijul”

“Ngapain”

“PS an”

“Males Qil”

Aku masuk menuju ke kamar dan tidur kembali, aku dikejar-kejar raksasa didalam hutan aku lari sekencang mungkin tidak ada orang satupun dihutan. Aku melihat sebuah Goa aku masuk kedalam goa itu dan bersembunyi dibalik batu. Suara gemuruh badai makin membuatku semakin takut, aku bangun dan berlari kedalam goa itu terus berlari dan lari SLUUUTT.

Oh ternyata cuma mimpi, sedikit lega hatiku tapi juga takut. Aku langsung keluar dan menuju ke rumah Ijul.

“Ijul Ijul”

“Masuk saja pintunya gak dikunci”

Aku langsung masuk ke rumah Ijul.

“Tadi katanya gak mau main”

“Aku mimpi buruk makanya aku langsung kesini, aku ketakutan. Kalian gak puasa?”

“Puasa lah”

“Itu ada bungkus jajan”

“Jajan sahur tadi itu”

Aku tidur ditempat tidur Ijul, karena badanku sangat lelah akibat lari dikejar-kejar raksasa itu. Jujur sebenarnya aku sangat haus dan badanku lemas semua perutku juga sudah keroncongan.

“Mimpi apa kamu?”

“Dikejar raksasa”

“Raksasa cewek atau cowok?”

“Cowok matanya merah, rambutnya gondrong dan super jelek deh pokoknya”

Mereka terus saja bermain PS aku kembali tidur lagi, sekarang aku bertemu dengan makhluk asing yaitu semacam gorila berbadan kuda. Kali ini tidak mengejarku hanya memandangku saja namun pelan-pelan aku mengikuti kemana arah makhluk asing itu pergi.

Makhluk asing itu membawaku pergi ketempat yang penuh dengan api, makhluk asing itu berbalik memandangku dengan memberi isyarat agar aku terjun kedalam tempat api itu aku berjalan sedikit demi sedikit dan….

“PAANAAASSS”

“Woy kenapa lagi sih kamu?”

“Sholat sana sudah dzuhur”

Aku duduk terdiam dan melamun masih merasakan panas api itu, aku pergi ke kamar mandi untuk ambil air wudhu kemudian sholat. Setelah sholat aku menuju ke kamar lagi dan bersantai sambil memainkan hp ku.

“Nih gantian main game aku mau tidur” kata Ijul

“Males ini aku juga main game”

“Lain kali kalau mau tidur berdoa dulu. Jangan langsung tidur aja”

“Iya bawel”

Memang sih dari tadi aku kalau mau tidur gak baca doa dulu, padahal aku juga tahu doa sebelum tidur guru SMA ku juga sering mengingatkan ku juga. Emang aku aja yang suka lupa kalau berdoa sebelum tidur. Karena asyik memainkan game aku tertidur lagi dalam keadaan game ku masih nyala. Aku bertemu dengan kakek tua berambut putih yang sangat panjang dengan mata merah yang melotot.

Aku langsung lari menjauhi kakek tua itu dan kakek itu mengejarku. Kakek itu terbang dengan tongkatnya yang berwarna hijau tua dipenuhi dengan lmut.

“Aku mohon jangan mengejarku” aku sambil menangis ketakutan.

Kemudian kakek itu memegang bajuku dan membawaku terbang tinggi aku hanya menangis ketakutan. Tiba-tiba kakek tua itu menjatuhkan ku dan….

WAAAAHHHHHH BRUUKKK aku terjatuh dari kasur.

“Mimpi buruk lagi, kan tadi aku udah bilang kalau mau tidur berdoa dulu, sekarang kan bulan Ramadhan jadi sering-sering berdoa kan kamu juga yang dapat pahalanya”

“Iya sih. Selama ini kalau mau lakukan sesuatu aku jarang baca doa”

“Lha itu makanya gak barokah”

“Aku numpang mandi ya”

“Iya. Habis ini aku mau cari makan buat buka. Kamu mau ikut bam?”

“Iya tunggu ya aku sholat dulu”

Sore ini pada bulan Ramadhan aku membeli banyak sekali makanan manis buat takjil di rumah. Aku keliling mencari makanan kesukaanku yaitu kolak labu, aku membeli tiga bungkus untuk keluargaku. Setelah membeli takjil aku pulang ternyata ibu sudah membelikanku kolak labu.

“Loh ibu sudah beli kolak labu”

“Iya sayang”

“Terus ini kolak yang aku beli buat apa dong”

“Kasihkan tetangga aja”

“Gak mau nanti aku makan setelah tarawih”

“Abam kamu gak boleh serakah bam”

“Tapi bu Abam suka banget sama kolak”

“Ini sudah ada bam”

“Ya udah Abam kasih ke Bu Mina”

“Nah gitu dong di bulan Ramadhan harus banyak-banyak berbuat baik Bam”

“Iya Ma”

Aku berbuka bersama dengan keluargaku dan sholat maghrib berjamaah dengan keluargaku. Di ruang tamu aku menceritakan apa yang telah aku alami seharian ini. Respon orang tuaku malah menertawaiku.

“Kamu sudah besar harusnya kamu tahu apa yang harus dilakukan”

“Doa tidur aja lupa”

“Bukanya lupa Yah tapi karena terlalu mengantuk”

“Sama aja nak”

Hari pertama sekolah pada bulan Ramadhan aku melihat banyak wanita yang membawa bekal dan dimakan di belakang kelas. Aku bisa mengerti alasan mereka tisak berpuasa, bau soto ayam yang sangat menggoda.

“Ke perpus yuk nonton Tv” Ajak Adi

“Oke”

“Dasar cewek-cewek gak tau malu”

“Jangan gitu. Itulah keistimewaan mereka”

Sampai di perpus aku langsung mengambil novel sedangkan Adi nonton televisi dengan teman-teman yang lain. Saat membaca novel aku merasa mengantuk sekali lalu aku beranjak tidur dilantai lalu berdoa dulu sebelum tidur.

“Tunggu kalungnya ketinggalan”

Aku mengejar gadis berkerudung putih itu dan gadis itu menuju ke sungai. Subhanaallah aku tidak pernah melihat sungai seindah ini sungai dengan air yang sangat biru ada angsa yang menari-nari diatasnya.

“Kamu ngapain disini”

“Oh ini selendang kamu”

“Pergilah”

“Kemana?”

“Kembali ke duniamu”

Aku terbangun dari tidur, mungkinkah itu tadi bagian dari alam surga yang akan aku datangi nanti. Sungguh indah malaikat mimpi datang kedalam tidurku yang sejenak.

Leave a Comment

Your email address will not be published.