Membangun Solidaritas melalui Buka Puasa

Oleh: Ulfiana

Bulan ramadhan merupakan bulan yang ditunggu oleh umat Islam dalam menjalankan ibadah puasa. Dalam bulan ramadhan, selain puasa umat muslim juga melaksanakan shalat tarwih yang dikerjakan setelah shalat isya. Terlintas dalam fikiranku sewaktu saya masih berusia 5 tahun dan ini merupakan awal saya belajar puasa, saya membayangkan kalau bulan puasa pasti banyak makanan yang disediakan. Terkadang pula, banyak godaan pada saat berpuasa apalagi bermain bersama teman-teman yang tidak berpuasa. Bayangkan saja, jika teman kita makan ice cream pada saat cuaca sangat panas di jam 12 dan disaat itu pula kita berada di sampingnya menyaksikan teman kita makan dengan semangatnya. Waaww…itu pengalaman yang sangat menggoda bagi saya. Alhamdulillah, pada saat itu untung saya langsung teringat kata-kata ayah,”kalau puasanya sunguh-sungguh maka pahala yang didapatkan juga sungguh-sungguh, tetapi jika puasanya bolong-bolong maka pahalanya juga bolong-bolong.”

Itulah yang saya alami ketika belajar berpuasa dan sampai sekarang saya sudah terbiasa dengan keadaan yang demikian. Karena saya tidak mau dapat pahalanya yang bolong-bolong (gumamku dalam hati). Ketika saya asyik dengan lamunanku sendiri tiba-tiba temanku datang,”hai ulfi ?”(sambil menepuk pundaku) seketika itu saya langsung kaget dan langsung mengatakan” kamu ini ngagetin aku saja,kalau aku jantungan langsung mati gimana?

“Lagian kamu sihh ngelamun terus,yuuk”.(sambil menarik tangan ku).

“kemana ?” tanyaku.

“mau rapat lah”

“rapat apa?”

“ihhh..itukan kamu lupa. kita mau rapat masalah buka puasa nanti. Kemarin kan udah dibilang sama ketua”

“Astagfirullah,aku lupa. Ayooo!!”( Saya bersama temanku langsung menuju himpunan tempat rapat).

Siang itu, cuaca di kampus lumayan panas, keringatku bercucuran sehingga membasahi jilbab dan baju yang kukenakan, teman-teman lain sudah banyak berkumpul ditempat rapat. Dalam rapat tersebut, kami membahas tentang bukber (buka puasa bersama), yang nantinya akan diisi oleh ceramah-ceramah. Tujuannya untuk tetap menjaga silaturahim antara teman-teman mahasiswa yang lain dan juga menambah pengetahuan mengenai manfaat ramadhan bagi umat muslim. Akhirnya kami pun menyepakati acara bukber akan kami laksanakan minggu depan dan tempat pelaksanaannya di senat baru FISIP UNTAD. Panitia pun sudah kami bentuk dan akan bekerja sesuai tugasnya masing-masing. Panitia ini sebagian besar angkatan 16 dan 17. Saya dan teman-teman angkatan 15 bertugas mengawas dan mengontrol kerja-kerja panitia. Sehingga, ini dapat memudahkan teman-teman panitia bekerja. ”teman-teman saya hanya memberikan saran bagimana kalau kita undang anak yatim piatu untuk buka puasa bersama kita ? tanyaku ketika rapat. “itu ide bagus fi,saya setuju dengan ide yang diberikan ulfi. Bagaiman dengan teman-teman lain ?” kata teman seangkatanku. “kalau saya sepakat juga” Tambah yang lain. Dan akhirnya kami sepakat mengundang anak yatim untuk hadir di acara tersebut. “kebetulan saya tahu salah satu tempat panti asuhan yang pernah saya kunjungi dan disana banyak loh anak-anak yang memilki keterbatasan fisik, nanti kalau teman-teman sepakat saya yang akan mengundang langsung anak-anak tersebut” tambahku lagi.

“kami sepakat ulfi.” Seru teman-teman.

Sore harinya,saya langsung menuju panti asuhan, sudah 2 minggu saya tidak pernah lagi berkunjung ke tempat ini. “Assalamualaikum” Anak-anak langsung spontan kegirangan melihat kedatangan ku. “Wa’alaikumsalam” jawab mereka. Tanpa aba-aba dari saya mereka langsung berhamburan menuju ruangan tempat kami sering belajar dan duduk membentuk lingkaran, mungkin karena sudah terbiasa kali yah,sehingga mereka cepat melakukannya. Seperti biasanya saya selalu menceritakan pengalaman yang saya dapat dikampus, begitupun sebaliknya anak-anak juga bercerita apa saja yang mereka dapatkan di sekolah. Terkadang suara canda kami memenuhi ruangan tempat kami bercerita, berbagi pengalaman dan pengetahuan baik itu sosial maupun agama. Saya mendengarkan cerita mereka satu persatu dengan semangat. Selesai itu, biasanya kami bermain untuk melepas jenuh kerena seharian diganggu oleh aktivitas yang banyak. Dalam keadaan berpuasa anak-anak ini sangat bersemangat melakukan aktivitas mereka. “kak, jangan pulang dulu ya,kita buka puasa bareng disini” kata salah satu anak, yang biasa dipanggil Dita. Anak-anak lain juga mengatakan hal yang sama sambil menarik bajuku. Akhirnya dengan rasa iba saya langsung mengiyakan ajakan mereka.

Setelah buka puasa saya dan anak-anak yang ditemani para ustadz dan ustadzah langsung shalat maghrib berjamaah,selesai shalat kami mendengarkan ceramah singkat dari ustadz sambil tunggu waktu shalat tarwih. Tak dirasa waktu sudah menunjukkan pukul 21.00 setelah tarwih saya langsung berpamitan pada anak-anak dan juga sekalian memberitahukan kepada kepala panti bahwa dikampusku ada acara buka puasa bersama dan kami mengundang anak-anak panti untuk buka puasa di acara kami. Ketika itu pula,alhamdulillah ustadz selaku kepala panti langsung mengizinkan.

Hari yang ditunggu telah tiba, dengan suasana ruangan yang sederhana di tata rapi ditambah dengan harmonisnya rasa kekeluargaan antar mahasiswa sangat jelas terlihat,  apalagi dengan hadirnya para anak-anak yatim di acara tersebut, kami melaksanakan bukber dengan menu seadanya. Dalam acara ini teman-teman mahasiswa banyak yang datang dan begitupun para dosen banyak yang mendukung acara ini. Dalam hati saya bergumam” alhamdulillah bulan ramadhan memberikan banyak berkah dan manfaat bagi orang yang ikhlas melakukannya.” Saya melihat wajah anak-anak yatim yang begitu bahagia tanpa memikirkan bagaimana rasanya bulan ramadhan tidak bersama orang tua. Bahkan mereka nampak cuek dengan kekurangan fisik yang mereka miliki.

Tidak lama kemudian adzan berkumandang pertanda waktu berbuka telah tiba “Alhamdulillah” seru ku dalam hati. Buka puasa ini memberikan banyak manfaat bagi kami mahasiswa. Dengan acara ini, menumbuhkan solidaritas diantara kami, baik itu hubungan secara vertikal (dosen dan mahasiswa) dan secara horizontal (antara sesama mahasiswa). “alhamdulillah kegiatannya lancar ya,fi” kata teman yang duduk disamping saya.”iya alhamdulillah.”

Setelah shalat usai, kami mendengarkan ceramah dari ustadz tentang nikmatnya berpuasa. Dalam ceramah beliau mengatakan bahwa salah satu nikmat berpuasa ialah membangun kedekatan emosional kita terhadap sesama muslim sehingga terciptanya ukhuwah islamiyah. Selain itu pula timbulnya rasa kepekaan sosial yang terjadi dilingkungan kita seperti menyantuni anak-anak  yatim dan memberikan makanan kepada orang-orang fakir miskin serta membangun relasi sesama manusia. contoh kecilnya seperti acara yang adik-adik mahasiswa buat sekarang dapat menumbuhkan solidaritas sesama kita, entah itu dalam hal sistem kerja yang melibatkan semua anggota bekerja sesuai tanggungjawab masing-masing.

Kemudian setelah acara selesai saya dan teman-teman panitia merapikan tempat tersebut. Tiba-tiba teman saya berbisik ”ulfi mana yang akan kamu pilih buka puasa sendiri dengan menu yang sangat enak atau buka puasa bersama dengan menu seadanya seperti saat ini ?”

sambil tertawa saya menjawab “ saya memilih setia” (kayak judul lagu)

“ihhh…ulfi mulai lagi kan, saya seius lohh” dengan wajah kesal

“ hahaaaa mukanya jangan tegang dong (kataku bercanda) saya milih buka puasa bersama walupun dengan menu seadanya. Alasannya kenapa, karena bulan ramadhan ini kita dituntut untuk merasakan bagaimana penderitaan saudara kita diluar sana yang hanya makan sehari sekali. Dan ingat kebersamaan itu lebih penting dalam hal apa pun. Disini kita lebih mengedepankan solidaritas dengan cara buka puasa bersama. Agar ikatan ini tetap terjalin dimanapun kita berada.” Jawabku dengan wajah serius.

Leave a Comment

Your email address will not be published.