Belajar Kata: Sholat atau Salat?

As-salāmu ‘alaikum

Salam pena bagi pejuang literasi di seluruh penjuru nusantara. Semoga sehat selalu ya.

Sholat atau salat? Kali ini kita coba bahas tentang kata yang lazim kita dengar dan/atau kita baca ini.

Nah, tahukah Anda? Di dalam KBBI V, kata ‘sholat’ adalah bentuk tidak baku dari kata ‘salat’. Jadi penulisan yang baku adalah ‘salat’.

Bukankah huruf (ص) itu ditransliterasikan menjadi (Sh)? Bukankah seharusnya yang benar adalah ‘sholat’? Karena asalnya adalah (ص) dari kata (الصلاة)?

Ya, betul! Tapi ketahuilah bahwa kata ‘salat’ adalah kata dalam bahasa Indonesia yang merupakan unsur serapan dari kata dalam bahasa Arab. Menurut PUEBI (Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia), unsur serapan dibagi menjadi dua, yaitu;

1) unsur asing yang belum sepenuhnya terserap ke dalam bahasa Indonesia

Unsur serapan ini digunakan dalam konteks bahasa Indonesia, namun dalam pengucapan dan penulisannya masih mengikuti cara asing. (Pada kesempatan yang lain akan kita bahas contohnya)

2) unsur asing yang pengucapan dan penulisannya disesuaikan dengan kaidah bahasa Indonesia

Nah, kata ‘salat’ tergolong dalam unsur yang kedua ini. Contoh kata yang lain adalah nama-nama hari yang juga merupakan unsur serapan dari bahasa Arab.

Lantas, bolehkah jika tetap ditulis ‘sholat’? Ya … boleh-boleh saja sih. Heheheh. Hanya saja, penulisan itu tidak baku. Bagaimanapun, dalam penggunaan bahasa, prinsipnya adalah komunikatif. Selama si pembaca paham dengan maksudnya, maka itu sah-sah saja. That’s not a crime at all. Namun, tak ada salahnya bahkan sangat dianjurkan untuk dapat menggunakan kaidah bahasa Indonesia dengan baik dan benar terutama dalam bahasa tulisan.

Demikian bahasan kita hari ini. Semoga bermanfaat.

Was-salāmu ‘alaikum

Respond For " Belajar Kata: Sholat atau Salat? "