Indahnya Berbagi di Bulan yang Penuh Berkah

Oleh: Nabila Dizka Maretha Anasstasya

Hari ini pada tanggal 27 Mei tepat pukul 05:30, saya dan rombongan At- Ittihad melakukan kegiatan bakti sosial ke panti asuhan Al- mujahidin yang berada di Desa Empu Tantular kecamatan Randegan kabupaten Nganjuk. Panti asuhan tersebut terdiri dari 12 guru pembimbing, dan 100 lebih anak yang berada di tempat tersebut. Desa Empu Tantular kecamatan Randegan kabupaten Nganjuk yaitu daerah yang di mana jarang ditemukan kendaraan kendaraan beroda dua maupun beroda empat karena jalan yang sangat berbelok-belok. Daerah yang tanpa sinar, sinar yang ada itu pun dari kendaraan kendaraan yang melewati daerah tersebut.

Sepanjang jalan aku hanya membayangkan apakah panti asuhan itu dapat perhatian dari pemerintah setempat? Pertanyaan itu selalu membayangiku setiap saat. Aku ingat bahwa ada yang lebih kurang mampu dengan kehidupanku yang berada di perkotaan. Aku hanya bersyukur bahwa yang aku miliki itulah yang wajib aku laksanakan. Namun, dengan peduli dan tekad yang tinggi aku dan rombongan pasti bisa membantu meringankan beban yang di alami oleh panti asuhan Al- Mujahidin.

Kami menikmati pemandangan di perbukitan dengan sawah yang hijau, cuaca yang sangat cerah, dan jalan yang berbelok belok. Rasanya aku pertama kalinya melihat pemandangan yang sebagus ini. Aku bersyukur kepada Sang Pencipta yang telah menciptakan bumi beserta isinya ini.

Sekitar pukul 08:30 rombongan kami telah sampai di panti asuhan Al- mujahidin yang berada di Desa Empu Tantular kecamatan Randegan kabupaten Nganjuk. Anak anak panti tersebut  berantusias menyambut kedatangan rombongan kami dengan penuh riang dan ramah.

Ibu kepala panti asuhan tersebut mengantarkan aku dan rombongan ke dalam ruangan yang sudah tidak di pakai untuk tempat tinggal kami dan menyediakan dapur untuk memasak. Meski ruangan tersebut tidak layak untuk di pakai tetapi kita sudah bersyukur telah di berikan tempat tinggal untuk melaksanakan tujuan kami di panti asuhan tersebut dan beberapa anak panti tersebut membantu kami merapikan ruang tersebut dan menata pakaiannya di lemari yang telah disediakan.

Rasa senang ada di hati rombongan kami semua dan merasa bahagia akan keramahan anak anak dan guru pembimbing panti asuhan tersebut. Alhamdulillah meski kami baru pertama kali ke sini, namun anak anak dan guru pembimbing panti asuhan menyambut seperti tamu yang sangat istimewa.

Tepat pukul 12:00. Sesuai dengan jadwal kami, aku dan rombongan serta anak anak dan guru pembimbing melaksanakan sholat dzuhur. Aku dan rombongan mulai menginformasikan bahwa kegiatan santunan kepada anak-anak panti asuhan akan dilaksanakan tepat pada pukul 12:50 yang bertempat di panti asuhan Al- Mujahidin.

Semua acara yang di rencanakan pun akan di mulai, mulai dari sholat dzuhur, kegiatan santunan, sholat asar, pembagian sembako, buka bersama, sholat magrib bersama, sholat tarawih bersama, bertadarus bersama, membangunkan orang sahur, dan membagikan peralatan dan uang saku.

“Assalamualaikum, adek-adek sekalian yang kakak-kakak sayangi.” Sapa kak Hasanah dengan gaya yang kekiniannya.

“Waalaikumsalam kak.” Jawab mereka serentak

“Wah. Semangat ya. Enaknya di panggil siapa nih adek- adek apa anak-anak?” ucapan canda kak Hasanah yang sesuai dengan gayanya.

“Adek-adek saja kak.. kalau anak-anak kita masih kecil… ini kan kita sudah hampir besar.” Celetuk salah satu anak dari mereka

“Oke la dek.” Sahut kak Hasanah dengan wajah yang senang sekali melihat anak yang mau menjawab pertanyaan darinya.

“Sebelumnya ini, bolehkah kakak mengenalkan jati diri kakak?” kak Hasanah yang berbicara keras kepada anak-anak.

“Boleh dong kak malah wajib.” Jawab anak-anak tersebut.

Meski ini baru pertemuan yang pertama kalinya dengan mereka, mereka sudah menganggap kita seperti guru pembimbing mereka setiap harinya. Rasanya pasti kita akan betah tinggal di tempat ini meski ruangan yang tak memungkinkan.

“ Baik-baik kakak akan memperkenalkan diri, nama kakak adalah kak Hasanah Nur Faudiyah nama panggilan kakak, Hasanah atau Nur ataupun Faudiyah, terserah adek- adek mau memanggil kakak dengan sebutan apapun boleh. Kakak tinggal di kota Surabaya tepatnya di depan tugu pahlawan. Hobi kakak adalah menulis karya. Hayo siapa yang ingin menjadi seperti kakak ini?” penjelasan yang rinci tentang jati diri kak Hasanah.

“Saya kak, saya ingin membanggakan orang tua aku meski kedua orang tuaku sudah tidak ada.” Sahut dari salah satu anak.

“Wah kamu memang anak yang hebat.” Pujian kak Hasanah terhadap anak yang menjawab pertanyaannya.

“Di sebelah kakak ada kak Luna, kak Tasya, kak Fikri, kak Ilyas, kak Sania, dan kakak yang paling pojok adalah kak Adam.” Penjelasan kak Hasanah kepada anak anak.

Canda dan tawa itu pun dilalui. Tepat pada pukul 12:50 kegiatan santunan yang dilaksanakan di panti asuhan pun dimulai, saya dan rombongan sudah mempersiapkan semua apa yang diperlukan, kak Hasanah yang selaku ketua penyelenggara membagikan uang penyelenggara kepada anak-anak panti Al- Mujahidin tersebut.

“Anak-anak ini adalah acara santunan yang diadakan oleh rombong At-Ittihad. Ayo kita membacakan doa agar rombongan At-Ittihad semuanya dalam lindungan Allah, pulang sampai rumah masing-masing, di beri panjang umur, sehat walafiat, dimasukkan ke dalam surganya Allah. Amin….” ucap ibu kepala panti asuhan Al- Mujahidin tersebut.

“Amin yarabbal alamin.” Jawab serentak anak-anak panti tersebut.

“ Sebelum kita mulai acaranya marilah kita membaca suratul Fatihah yang dipimpin oleh Ustadzah Umi.” Ucap Ibu kepala panti.

“ Marilah kita membaca surat al fatihah.” Ucap ustadzah umi.

“ Membaca surat al fatihah pun selesai, acara selanjutnya yaitu membagikan santunan kepada anak-anak panti yang diwakili oleh kakak Hasanah. Kakak Hasanah silahkan.” Ucap ibu kepala panti.

Pembagian uang santunan itu dilakukan kak Hasanah dengan penuh ikhlas kepada anak-anak panti asuhan yang masih kecil-kecil.

“ Acara telah usai, marilah kita tutup dengan membaca doa bersama.” Ucap ibu kepala panti.

Acara santunan pun sudah selesai. Tepat pukul 15:30 waktunya masuk sholat asar, aku beserta rombongan dengan anak-anak dan guru pembimbing melaksanakan sholat asar dengan berjamaah yang di imami oleh kak Fikri.

Kegiatan selanjutnya yaitu pembagian Sembako yang diwakili oleh kak Hasanah. Acara pembagian Sembako dihadiri kurang lebih 100 anak-anak panti dan 12 guru pembimbing.

“ Assalamualaikum adek-adek, ketemu lagi dengan kakak Hasanah. Di sini kakak akan melakukan pembagian Sembako kepada adek-adek semuanya.” Ucap kak Hasanah kepada anak-anak panti.

“Makasih kak Hasanah.” Sahut salah satu dari mereka.

“Iya sama-sama.” Jawab kak Hasanah.

“ Ayo adek-adek satu persatu maju ke depan untuk mengambil Sembako yang kakak sudah sediakan.” ucap kak Hasanah yang sedang mengambil Sembako.

“ Siap kak.” Jawab serentak anak-anak panti asuhan Al- Mujahidin.

Acara pembagian Sembako sudah dilaksanakan dengan lancar dan penuh riang. Saya dan rombongan merasa puas karena acara yang kita rencanakan ternyata berjalan dengan lancar dan tanpa ada halangan apa pun.

Sesudahnya acara pembagian Sembako saya, rombongan, dan anak-anak panti membersihkan tempat yang sudah dipakai untuk pembagian Sembako tersebut.

Tepat pukul 17:00 kita sudah merapikan tempat yang sudah di gunakan sebagai media pembagian Sembako. Saya dan rombongan bersyukur karena anak-anak panti asuhan Al- Mujahidin selalu membantu kami jika sedang membutuhkan bantuan contohnya seperti dulu kita pertama kali masuk panti asuhan sudah ikut membantu merapikan pakaian dan peralatan kita dan sekarang anak-anak juga ikut membantu merapikan tempat yang sebagai media pembagian Sembako.

“ Dug…dug…dug… allahu akbar… allahu akbar…” suara merdu  adzan magrib pun tiba.

“ Alhamdulillah, karena waktu magrib pun tiba. Sebelum kita melaksanakan sholat magrib, kita membatalkan puasa dengan minum takjil yang sudah di sediakan.” Ucap kak Hasanah.

Saya, rombongan, dan anak-anak pun sholat magrib berjamaah di musholla terdekat panti, setelah itu dilanjutkan dengan berbuka puasa bersama. Kami menunggu waktu sholat isya’ dan tarawih dengan bercanda dan bercakap-cakap.

Waktu sholat Isya’pun tiba, semua anak-anak, aku, rombongan, dan guru pembimbing bergegas ke masjid untuk melaksanakan sholat Isya’ dan tarawih bersama, dengan dilanjutkan tadarus Al Quran.

Tepat pukul 22:00 , setelah tadarus bersama aku dan para rombongan serta anak anak langsung menuju panti asuhan untuk kembali istirahat karena pada pukul 02:30 akan membangunkan warga untuk sahur.

Satu hari pun sudah berlalu. Masuk waktunya kita membangunkan warga kampung untuk sahur yaitu tepat pada pukul 02:30. Aku dan para rombongan serta anak-anak membangunkan warga untuk sahur.

“Sahur… sahur… sahur…. sahur…” suara teriakan anak-anak yang sedang membangunkan warga sekitar untuk sahur.

Setelah kita mengitari kampung untuk membangunkan warga untuk sahur, pada saatnya itu kita sahur bersama, kak Hasanah beserta warga panti asuhan sudah menyiapkan makanan dan minuman yang enak untuk aku dan rombongan.

Tak lama kemudian terdengar suara adzhan subuh. Kami pun bergegas ke masjid untuk shalat subuh berjamaah yang di imami oleh Pak Ustad Riduwan.

Saya dan rombongan mempersiapkan agenda kami yang terakhir yaitu pembagian peralatan dan uang saku kepada panti asuhan Al- Mujahidin yang insyaAllah akan di laksanakan tepat pukul 07:00 pagi.

Pada pukul 07:00 bertempat di halaman panti asuhan Al-  Mujahidin kami mulai berpamitan kepada seluruh warga yang berada di panti asuhan tersebut. Oleh-oleh terakhir kami adalah beberapa peralatan seperti alat memasak, alat membersihkan ruangan, baju-baju bekas, buku-buku yang sudah tidak terpakai, tas sekolah, televisi, setrika,kursi roda untuk anak yang cacat, kipas angin, dan uang saku sebesar Rp 5.000.000,00 untuk keperluan yang mendadak dan digunakan untuk membeli barang-barang yang kurang bagi panti asuhan Al- Mujahidin.

“Saya Hasanah selaku ketua pelaksana kegiatan, memohon maaf apabila rombongan saya ada kesalahan atau salah kata dengan warga panti asuhan, dan membuat repot adek-adek dan pembimbing panti untuk mempersiapkan kedatangan rombongan kami yang mendadak, dan saya sampaikan terima kasih atas tempat tinggal yang guru-guru pembimbing panti sekalian berikan kepada rombongan saya.”

“Saya ucapkan banyak-banyak terima kasih kepada ibu kepala panti asuhan yang sudah mau memberi kami tempat tinggal untuk tinggal di sini dan memberi kesempatan kepada rombongan saya untuk melaksanakan kegiatan di bulan yang penuh berkah ini.”

Suasana haru pun yang terasa di hati. Berat sekali saya dan rombongan untuk meninggalkan panti asuhan yang banyak kenangan ini. setelah membagikan peralatan dan uang saku, kami berpamitan dan menuju ke mobil untuk kembali pulang ke Surabaya.

Sepanjang jalan aku merenung dan terdiam, bahwa banyak sekali dari kami yang muslim masih memerlukan pertolongan dari saya. Saya dan rombongan akan tidak pernah melupakan pengalaman di panti asuhan bagaimana susahnya bagaimana senangnya. Itu semua sudah Allah takdirkan kepada setiap makhluk di dunia ini.

Di sepanjang jalan menuju pulang kami dan rombongan membicarakan tentang anak-anak yang membangunkan warga, seru sekali melihatnya. Dengan mata yang masih mengantuk, anak-anak masih tetap bersemangat membangunkan warga untuk sahur.

“Kak Fik, di bulan yang penuh berkah ini seru ya rasanya kita berbagi sedekah kepada panti asuhan, fakir miskin, kaum dhuafa.” Tanya kak Tasya yang senang adanya kegiatan berbagi.

“Iya Sya, di bulan yang penuh berkah ini sebaiknya kita manfaatkan untuk membagikan sebagian harta kita kepada orang yang tidak mampu.” Jawab kak Fikri yang duduk bersebelahan dengan kak Tasya.

Rasanya saya dan rombongan At- Ittihad merasa puas karena sudah bersedekah di bulan yang penuh berkah ini, sungguh mulianya pahala yang kita terima pada bulan Ramadhan ini. Ada kalanya kita membantu orang yang sedang membutuhkan bantuan kita itu pun sudah mendapat pahala yang lebih, dari pada pahala setiap harinya.

Sungguh adilnya Sang Pencipta menciptakan manusia yang mempunyai kekurangan ataupun kelebihan ini. Semoga yang membagikan sebagian hartanya untuk fakir miskin, kaum dhuafa maupun panti asuhan mendapat pahala lebih banyak dan mudah dimasukkan ke dalam surganya allah. Amin….

Leave a Comment

Your email address will not be published.