Ramadhanku Penuh Ceria

Oleh: Ahmad Syafii

Hay! Kenalkan namaku Zhaza Alya Tumaqarima. Aku punya banyak sahabat diantaranya Riana Ashynta (Ria), Valadiva Nisanty (Diva), Salsa Anjila (Anjila), Disha Fitryani (Icha) dan Ilfia Saumarika (Fia). Mau tau ceritaku bersama sahabatku di bulan ramadhan? Ini dia!

Sore itu aku sedang bermain sepeda bersama Ria. Pada saat itu aku belum kenal dengan Diva Cs. Sahabatku pada saat itu hanya Ria. Kulihat Diva Cs sedang bermain sepeda di komplek RBM. Kulihat mereka berbisik-bisik.
“Eh Ria, kayaknya mereka sedang ngomongin kita” kataku pada Ria. “Zha, kita jangan curiga dulu, mana tau mereka bukan ngomongin kita” kata Ria mengingatkan. “Zha, aku pinjam ya sepedanya” kata Ria padaku. “Iya”.

Setelah keliling komplek Ria kembali.
“Zha, mereka mau kita bersahabat sama mereka” kata Ria, yang dimaksud mereka adalah Diva Cs. “Kamu mau Ri?” tanyaku. “Aku sih bilang mau, tapi terserah kamu Zha” jawab Ria. “Ya sudah deh, aku juga mau” kataku.

Seketika Diva Cs menghampiriku dan Ria. “Kak, kakak mau kan sahabat sama kami?” tanya Anjila yang masih kelas 3 SD. “Tentu!” jawabku dan Ria kompak. “Kak, kita main di pohon jemblang yuk!” ajak Diva yang masih kelas 4. “AYO!! Kita balpan sepeda yuk!”. “OKE!! 123.. GO!!”.

Tak terasa kami sudah bermain 2 jam. “Diva, kakak pulang dulu ya! Sebentar lagi kan buka puasa” kataku pamit. “Oke kak, hati-hati ya” kata Diva.
Aku pun lalu mengayuh sepedaku, aku juga menggonceng Ria.

“Ria, rupanya mereka baik ya” kataku pada Ria. “Iya Zha. Cepet dong bawa sepedanya nanti keburu buka puasa” omel Ria. Aku pun membawa sepeda dengan sangaaat kencang, sampai hampir membuat Ria muntah.

Malamnya Ria memanggilku. Ia mengajakku untuk salat tarawih.

Sesampainya di masjid aku melihat ada Diva Cs. “Hay kak!” sapa mereka. “Hy juga!”. Selesai salat tarawih, aku dan Ria menemani mereka pulang. “Oh ya kak! Besok kami mau berenang di rumah Diva yang baru di green residen, kakak ikut gak? Kalau ikut nanti kami panggil” Kata Icha ketika akan masuk rumah. “Kakak ikut, ya udah ya cha, kakak pulang dulu” kataku.

Setelah sahur, aku menuju rumah Ria untuk mengajaknya salat subuh. Aku sampai di mesjid, disitu hanya ada Diva dan beberapa bapak-bapak lainnya. “Lho, yang lain mana?” tanyaku. “Gak datang kak” jawab Diva. Tak terasa adzan telah berkumandang.

Sehabis salat subuh, aku, Ria dan Diva memanggil Anjila, Icha, dan Fia. Setelah semuanya berkumpul kami berjalan-jalan di subuh hari. Ketika matahari akan terbit, kami semua menuju pohon jemblang. Kami memanjat, ketika matahari terbit kami memfoto dengan handphone Ria.

Ketika pukul 08.00 kami pulang ke rumah masing-masing untuk mandi. Lalu berkumpul di pohon jemblang.

“Kak, ayo kita pergi. Kita lewat sawah aja ya. Soalnya kalau lewat jalan raya lama banget nyampe nya” kata Diva. “Okee”.

Kami pun melewati sawah. Kami foto-foto bersama. Tak disangka ada seorang lelaki yang mengamati kami. Karena takut kami berlari hingga Icha terjatuh. Huh! Akhirnya sampai juga. Lalu Diva segera membuka pintu rumahnya. Kami lalu membantu Diva memompa kolam renangnya. Setelah 1 jam menunggu, akhirnya airnya sudah penuh. Kami bermain dengan ceria, sejuknya jika berenang di bulan puasa. Hah? Berenang pas puasa? Bukannya gak boleh? Tapi biarin lah udah terlanjur seru.

Tes.. tes bunyi rintik hujan yang lama-lama semakin deras. Apa yang kami lakukan? Jawabannya kami tetap berenang walaupun hujan. Setelah selesai berenang kami membilas diri. Rupanya hujan belum kunjung berhenti akhirnya kami pun tidak jadi bilas. Kami pulang dengan hujan-hujanan. WAH BENAR-BENAR RAMADHAN YANG PENUH CERIA!!!

Respond For " Ramadhanku Penuh Ceria "