Senja Bersama Ramadhan

Oleh: Muhammad Apsing

Disaat matahari telah terbenam diufuk barat, dilihatnya senja menawan dibalik bukit disaksikannya seakan menyatu akan datangnya bulan ramadhan kali ini. Matahari pun telah tenggelam dikaki gunung dan saatnya kampong kami akan bersiap siap melihat anak bulan bersama sama sebagai pertanda masuknya bulan ramadhan kali ini. Hamper disetiap belahan dunia melihat kejadian seperti kami yakni menyaksikan adanya anak bulan. Berderung kencang tiupan angin malam seakan hari akan terasa hujan tetapi hal itu hanyalah realita semata dan hujan pun tak akan turun pada malam ini. Setelah sekian lama kami menunggu sambil dibarengi dengan berbagai makanan yang telah disediakan semakin menguat rasa kebersamaan kami disaat menunggu datangnya anak bulan. hari semakin malam seakan tak sanggup lagi menahan tak sanggup lagi menahan kebersamaan ini. Tiba tiba seorang anak bernama ‘hasbi’ yang sok tegar datang menghampiri kami yang sedang duduk tersipu diatas lantai dan ia langsung terpeleset dan jatuh akibat kelalaianya. Dan ia pun tadinya sok tegar tiba tiba saja langsung menangis sambil malu melihat kami yang sedang asyik menikmati makanan hidangan, sungguh tak sanggup lagi menahan tawa pada waktu itu. Setelah berapa lama kami menikmati hidangan makanan semua pun kembali bergegas melihat anak bulan yang telah hamper datang. Kami menunggu sekitar kurag lebih 30-50 menit anak bulan pun mencul semua orang pada saat itu bersorak sambil berkata Alhamdulillah dimulaini puasa-ee baja artinya Alhamdulillah besok puasa akan dimulai dan kami pun menuruni rumah bertingkat setelah usai melihat anak bulan

Pada hari pertama ramadhan ini merupakan hari pengalaman yang paling menyenangkan …. Disaat malam menyungsung sahur kami bergegas bangun dar tempat tidur serasa membaca alhamdulillahi robbil aalamiin Terima kasih ya Allah engkau masih memberikan hamba umur yang panjang hingga dapat mempertemukan aku lagi dengan sahabat karib-ku yang tak berbentuk yakni ramadhan. Disaat kami telah bangun dari tempat tidur kami bersama sama (aku, fajar, farhan, deny) iya kami ini adalah sahabat yang paling suka bercanda dan saya yang paling suka dibodohi oleh mereka hingga Suasana yang tadinya hening menjadi gelak tawa. Kami bersama sama menuju masjid Ar-Rahmah untuk pergi keliling mengingatkan akan sahur pada jam ini. Kami bersorak sambil membawa kobaran api yag ada ditangan kami seakan melambangkan seusatu yang kuat dari dalam masing masing diri kami yang saling melengkapi satu kekurangan mejadi sebuah kebaikan. Kami berempat bersorak “sahur ….. sahurrrr….. sahur ….. sahur…..mumpun masih ada waktu moto manengni lao manre dennari sebelum mallalloi wettunna cina. sahur ….. sahurrrr….. sahur ….. sahur….. mumpun masih ada waktu moto manengni lao manre dennari sebelum mallalloi wettunna cina. Motomaneng ni ooo bapak ooo ibu manre denniari” artinya  sahur ….. sahurr …..sahur …..sahurrr  ….. mumpun masih ada waktu (sambil bernyanyi dengan kobaran api yang kami pegang ) bangun semua maki pergi sahur sebelum habis waktu-nya (sahur). sahur ….. sahurr …..sahur …..sahurrr  ….. mumpun masih ada waktu (sambil bernyanyi dengan kobaran api yang kami pegang ) bangun semua maki pergi sahur sebelum habis waktu-nya (sahur). Bangun maki semua bapak ibu makan sahur” setelah kami usai kami melakukannya kami pun bersama sama bergegas peri makan sahur dimasjid. Dimana didalam masjid saya dan teman teman saya mulai kembali menambah keasyikan dalam memakan makan sakin asyiknya kami tak sadar ternyata saya dipanggil untuk mengumandangkan adzan masjid sebagai pertanda masuknya subuh untuk daerah kami dan sekitarnya. Ujar Ustadz Andi

Setelah kami selesai sholat kami pun bergegas menuju bukit bukit kecil ytang menjulang keatas, kami sengaja berlari lari kecil agar dapat melihat indahnya sunrise saat ingin terbenam sambil beranda, bermain, tidur disana kami menghabiskan waktu kami sepanjang sore disana hanya untuk menunggu sunrise yang indah sekali. MasyaAllah bukan ? kami sangat berharap disore itu pada hari pertama puasa, kami dapat merasakan hal yang sangat istimewa disana sambil menghafal, mengaji, menonton lewat HP, saling bercanda diatas bukit dan masih banyak lagi yang kami lakukan. Sebenarnya kami tau bahwa bulan ramadhan ini ialah bulan yang didalamnya lebih baik dari pada seribu bulan oleh karenanya kami melakukan hal hal yang bermanfaat agar ketenangan dan kebaikan dalam bulan ramadhan bisa kami capai dengan baik. Terkadang hal yang indah bukan hal yang bisa membuat bahagia tetapi Karena adanya sahabat kami membuat hari kita seakan selalu berbahagia walaupun merasakan hal pahit realitanya.

Pada sore itu kami juga pergi kesebuh sungai yang brada dibawah kaki bukit disanalah kami terkadang melakukan sholat bersama sama saling menging kebaikan selama mengingatkan tentang kebaikan. 3-4 hari kemudian salah satu sahabat kami ini tidak hadir saat naik bukit yaitu farhan. Kami hanya bertiga saja ….. serasa hari itu mendung karena ketidakhadiran seorang sahabat kami ini menjadi penghalang kami untuk melakukan hal hal aneh, serasa kami ini merasa sepi walaupun kami hanya bertiga. Tiba tiba saja terdengar sebuah suara yang memanggil maki bertiga ternyata dihampirinya kami ia ialah Ustadz Andi “ apsing, fajar deny kamu sudah tau informasi mengenai sahabat kalian Farhan” ujar ustadz Andi

Deny pun menyahut “ apa ustadz?? Ada apa dengan farhan “ sekan kami bertiga kaget mendengarnya

Ustadz andi : jangan menangis atau sedih apabila kalian ini mendengar informasi ini, nak

Fajar : apa Ustadz… ada apa dengan Farhan ??

Aku : jujur ustadz saya merasa bahwa keadaan farhan itu sedang tidak baik, sekarang

Jadi begini nak, farhan ni sebenarnya mengalami ….. ( perkataannya yang belum sempat ustadz teruskan ) ujar Ustadz ….. kami bertiga pun semakin cemas, gelisah, takut terjadi sesuatu dengan Farhan

Ustadz Andi : iya, farhan mengalami kecelakaan

Kami bertiga serentak berkata : innalillahi wa innailahi rojiun, saya pun bertanta kembali ,,, kenapa bisa ustadz farhan ini kecelakaan

Ustadz Andi : kemarin malam disaat kalian telah pulang dari bukit dan sungai, farhan ini disuruh oleh bapaknya pergi beli tabung didesa sebelah,,, disaat farhan ini ingin menyebrang tanpa sengaja ada motor yang menabraknya hingga ia berada dirumah sakit sekarang kondisinya mungkin udah baikbaik saja ia hanya mengalami luka ringan dan tidak mengalami luka berat sama sekali…..

Deny berkata : Alhamdulillahi robbil aalaimmin kalau begitu Ustadz ,,,, kalau begitu sebentar malam kita pergi ke Ruma sakit menjenguk farhan

Beberapa jam kemudian,,, kami pun telah berseda kerumah sakit. Sesampainya  kami disana ternyata Farhan berada di ruang seruni nomor 7 tepatnya dan kami pun bergegas kesana dan setibanya kami disana. Kami yang tadnya cemas, gelisah menjadi baikan karena telah bertemu disana,,, dan kami mengharapakan farhan cepat pulih kembali dan tiba tiba saja dokter datang “ farahn besok sudah bisa puang” ujur dokter kami pun berkata :” alhamdulllahi robbil aalamiin”.

Keeseokan harinya kami pun sampai keRumahnya farhan dan kami meberikan motivasi, semangat jiwa dan spiritual agar farhan bisa kembali seperti biasa dan kami pun berempat naik ke gunung walapun tidak lari kami hanya jalan jalan saja hingga kami sampai dipuncak bukit …..

Kami berempat berencana akan menghabiskan waktu kami disini sampai matahari terbenam seutuhnya dan akhi cerita kami berempat menyorak ke sunrise

“ berikan salam kami kepada ramadhan pada senja sore ini “

dan kami pun tertawa sambil membahu pulang kembali kerumah masing masing untuk berbuka puasa nanti. InSyaa Allah BERKAH ……

Respond For " Senja Bersama Ramadhan "