cerpen

Ngabuburit vs Berderma

Oleh: Sarmini “Assalamu’alaikum  ……”, sapa akrab Mini pada teman genknya. “Wa’alaikumsalam Min…”, jawab kedua temannya yang lagi becandaan di bawah pohon rindang pojok Kampus Birunya. Mini adalah seorang mahasiswi disalah satu sekolah tinggi swasta di daerah kabupaten paling selatan Jawa Tengah yaitu Klaten. Kampusnya tidak mentereng seperti kampus-kampus kota sekitarnya. Karena yang kuliah di sini rata-rata […]

Ngabuburit vs Berderma Read More »

Mbok Bubur

Oleh: Achmad Taufik Budi Kusumah Sebagai guru SD yang hidup membujang saya memang kurang perhatian dalam sarapan. Sampai suatu waktu saya dipindah tugaskan ke suatu kampung kecil di Jawa Tengah. Di tempat baru inilah saya punya kebiasaan baru, yakni sarapan sebelum pukul 6 pagi. Baik itu dihari kerja maupun hari libur. Semua ini terjadi karena seorang

Mbok Bubur Read More »

Madu Derma Bulan Ramadhan

Oleh: Robbiyatul Jannah Siang itu sang Surya menampakkan keramahannya menghangatkan tubuh lelaki tua kurus yang terus bersemangat menyusuri jalan trotoar sambil menawarkan dagangan yang masih penuh di keranjang yang dipikulnya kepada sekumpulan anak muda yang kebetulan nongkrong di warung kopi. Walau tidak ada satupun anak muda yang membeli barang dagangannya, namun Ia tidak putus asa, terus

Madu Derma Bulan Ramadhan Read More »

Kue Basah

Oleh: Dinita Dwi Hariani Sore ini aku mengajak Dani pergi mencari takjil disebuah pasar ramadhan. Dani adalah adik laki-lakiku yang baru berusia 8 tahun. Seperti biasa, rutinitasku ketika mendekati waktu berbuka adalah jalan-jalan yang mungkin bisa dibilang ngabuburit. Pasar itu buka pukul 4 sore sampai menjelang buka puasa di bulan ramadhan. Karena jarak dari rumah ke

Kue Basah Read More »

Keutamaan Bersedekah di Bulan Penuh Berkah

Oleh: Muhammad Asri Aditia Herman Pada minggu awal ramadhan si Ahmad diantar oleh Ayahnya ke masjid nurul iman untuk mengikuti pesantren kilat disana Ahmad banyak belajar tentang agama mulai dari belajar ngaji,cerita para nabi,dan tausiyah dari Usatadz. Ditengah perjalanan ahmad melihat seorang yang memungut sampah dari tong sampah”ayah siapakah orang mungut sampah itu yah?”(dengan penasaran ahamad

Keutamaan Bersedekah di Bulan Penuh Berkah Read More »

Keteguhan Perjuangan Ayah

Oleh: Sidiq Pramudito Cerita bermula pada tempat dimana seorang ayah harus menghidupi kedua putrinya, ditinggal seorang istri lantas tidak membuat laki-laki ini putus semangat. Karena ia yakin bahwa perjuangan yang ia lakukan akan membawakan hasil yang ia dambakan. Sesungguhnya perjuangan sepahit apapun baginya asalkan halal maka tidak akan sia-sia perjuangan itu. Di sebuah desa di pelosok

Keteguhan Perjuangan Ayah Read More »

Kenangan Ramadhan Terakhirku

Oleh: Amanda Vera Putri Wijayanti Bulan Ramadhan ialah bulan yang dinanti nantikan oleh seluruh umat Islam. Pasalnya pada bulan ini bulan penuh berkah. Kebaikan, kebahagiaan bagi mereka. Begitu juga diriku. Inginku pada bulan Ramadhan kali ini memberikan  kebahagiaan bagi mereka yang kurang beruntung. Mungkin Ramadhan kali ini Ramadhan terakhir bagiku. Kita tidak tau sampai kapan kita

Kenangan Ramadhan Terakhirku Read More »

Kedermawanan Ayu

Oleh: Ukasno Teng… teng… bunyi bel berdering sebagai tanda pelajaran telah selesai. Semua anak-anak membereskan peralatan sekolahnya. Demikian juga dengan Ayu, ia ingin segera bisa cepat pulang kesekolah. Setelah pulang sekolah, ia sudah janjian kepada adiknya, untuk jalan-jalan ke Mall, ia ingin menemani Adiknya membeli baju baru yang akan dipakainya dihari lebaran nanti. Setelah menyalami gurunya,

Kedermawanan Ayu Read More »

Kagum Jalal pada Penjual Koran Si Ojek Online

Oleh: Epa Pauziah Terik matahari menjelang sore yang masih menyorotkan seakan membuat orang -orang memicingkan mata saat menjebrang di pinggiran jalan yang akan menuju Stasiun Gambir yang letaknya tak jauh dari masjid Istiqlal. Terlihat Jalal persis seperti pegawai kantoran yang berpakaian sedikit kusut dengan stelan jas biru dan kemeja kuning dibalut dasi biru dengan sepatu hitam

Kagum Jalal pada Penjual Koran Si Ojek Online Read More »

Jatuh Baru Ingat

Oleh: Siti Alfiyatur Rohmaniyah Mentari masih enggan menyambut pagi. Gadis kecil itu mengayuh sepedanya dengan kencang. Wajah cantiknya terlihat sangat kelelahan bahkan menjadi bahan pandangan orang-orang sekitar selama perjalanan. “Zahra ja berapa ini? ’’ ucap security dengan nada tegasnya. “maaf pak saya terlambat, sekarang udah lewat dari jam 07.00 ” ucap Zahra dengan terbata-bata. Sudah menjadi

Jatuh Baru Ingat Read More »